Kategori
Ilmu Digital

Peralihan dari Dunia Nyata ke Dunia Digital

  1. Peralihan dari Dunia Nyata ke Dunia Digital

Pandemi atau disrupsi dalam istilah ekonomi, adalah satu cara untuk mereset kembali perekonomian yang berhenti karena jenuhnya konsumsi dan kurangnya usaha kecil mandiri yang digeluti dengan serius karena salah satunya adalah cara berfikir bahwa ‘usaha mandiri boleh jalan saja tapi ‘pekerjaan tetap’, jangan ditinggalkan.’

Pandemi adalah saat ketika hal tersebut berubah. Sekian banyak karyawan dirumahkan dan didorong untuk melakukan usaha mandiri. Salah satunya adalah usaha dengan menggunakan medium dunia digital atau internet. Satu bagian dari internet adalah media sosial.

  1. Media Sosial untuk Benefit, bukan Profit

Membangun suatu network atau jaringan pengguna dari layanan yang dibuat di internet adalah cukup sulit dan berbiaya tinggi. Secara organik, suatu situs yang didaftarkan di mesin pencari harus bersaing dengan situs sejenis. Selain itu mesin pencari juga berupaya mendapatkan profit dari penyediaan layanan. Dengan demikian, perusahaan besar hanya perlu mengalokasikan sejumlah anggaran untuk dapat dikenal dengan segera, melalui periklanan. Tetapi perusahaan kecil tidak dapat seperti itu.

Media sosial sangat berbeda. Ia secara otomatis menghubungkan satu orang dengan orang yang lainnya semisal melalui kontak yang tersimpan di telepon atau menyodorkan profil kontak yang mungkin dikenal. Dengan cara ini, jaringan terbentuk secara otomatis dan tanpa biaya. Peluang ini disadari oleh enterpreneur yang kemudian mendorong para pengguna media sosial untuk memonetisasi jaringan pertemanan atau audiensinya, guna mendapatkan profit.

Secara alami teman dan audiens juga dapat memilih untuk mendengarkan atau tidak mendengarkan, apa saja yang dirasa tidak nyaman. Sehingga, apa saja yang diposting, tidak lagi menjangkau teman terdekat kita.

  1. Komunitas Anda adalah hidup Anda

Menjual di internet murah biayanya dan boleh dibilang gratis. Karena itu pembeli yang mencari di internet juga mencari yang murah harga barangnya atau menginginkan yang gratis. Keperluan pokok seperti makanan dan pakaian ditawarkan dengan harga yang betul-betul bersaing. Di mana saja Anda menjual, Anda dihadapkan kepada pesaing yang siap menjual dengan harga lebih murah dari yang Anda jual. Pesaing besar bahkan siap menjual dengan harga rugi.

Walaupun demikian, suatu jaringan komunitas dengan ikatan yang kuat seperti pertemanan, tidak selalu terpengaruh dengan hal tersebut. Karena itu, jaringan pertemanan dan audiens penting untuk dijaga dengan tidak sembarangan menawarkan sesuatu. Dengan kata lain, jaringan pertemanan, adalah kehidupan yang sesungguhnya jika hendak memasuki dunia digital di jaman persaingan yang tidak sehat. Harga di antah-berantah bisa jadi lebih murah. Tetapi sering terjadi seseorang lebih memilih untuk membeli dari teman. Jaringan pertemanan ini sangat penting untuk dijaga dari segala macam kontaminasi berbahaya paham marketing yang tidak mengenal belas kasihan. Enterpreneur berkata: “Anda tidak perlu melakukan usaha apa-apa. Hanya perlu memposting. Itu tidak sulit dan tidak memakan biaya.”

Dengan ucapan seperti itu seolah-olah orang yang memposting tidak rugi apa pun. Padahal, dengan memonetisasi pertemanan, seseorang sudah boleh dikatakan kehilangan segala yang dia miliki di sekitarnya, kehidupannya, komunitasnya.

Enterpreneur mencoba untuk menjadikan jaringan tersebut sebagai target pemasaran dengan berbagai cara. Seperti dengan cara memberikan motivasi, filosofi, dan lain sebagainya.

Dunia digital boleh dikatakan hampir tidak ada gunanya apabila dalam suatu jaringan pertemanan atau audiensi, orang sudah tidak saling percaya. Setiap postingan hanya dipandang sebagai upaya untuk mencari profit.

Karena itu keberhasilan dalam peralihan dari dunia nyata ke dunia digital adalah kepercayaan dan hubungan yang tetap harus dijaga serta bukan untuk mencari profit namun demikian insya Allah benefitnya dapat dirasa.

Kategori
Ilmu Muamalat

Dari Sertifikat Tanah sampai Desain Bangunan

Dari sertifikat tanah sampai desain bangunan, semua dapat ditransaksikan.

Muamalat adalah cara untuk membuat orang menjadi bersyukur, bukan malah sebaliknya. Segala sesuatu yang membuat orang menjadi terbatasi dan sempit ruang geraknya, bukanlah muamalat. Istilah properti, adalah bahasa yang lazim dikenal. Boleh dikatakan bahwa yang termasuk dalam properti adalah intelektual. Tentu kita semua menggunakan istilah yang sudah dikenal. Apalah arti sebuah nama. Tinggal transaksi tersebut haram atau halalnya. Itu saja.

Seseorang yang tidak memiliki benda fisik apa pun, tidak selayaknya mengatakan bahwa ia tidak punya apa-apa. Itu dapat masuk kepada kategori durhaka kepada Allah subhanahuwata’ala. Ada begitu banyak yang telah Allah anugerahkan termasuk kesehatan, yang dengan itu seseorang dapat bekerja. Atau suatu arsip desain yang dirancangnya. Atau suatu aset fisik.

Muamalat mengarah kepada kesadaran bahwa segala sesuatu adalah uang dan dapat ditransaksikan. Segala ajaran yang mengatakan tidak begitu, bukan mengajarkan muamalat.

Kategori
Ilmu Muamalat

Transaksi sehari-hari

Transaksi sehari-hari meliputi banyak segi. Pada dasarnya, segala sesuatu adalah uang. Mengatakan bahwa uang hanyalah benda-benda atau komoditas tertentu saja, atau lebih parah lagi hanya karensi di suatu tempat tertentu saja, adalah mencoba membatasi kebebasan bertransaksi.

Ketika di Tasikmalaya, saya berbincang dengan guru saya mengenai batu akik yang sedang booming waktu itu. Secara alami batu alam dengan keindahan, memiliki harga yang lumayan. Dengan adanya booming batu, harganya menjadi lebih karena dicari orang. Saat itu kami berbicara mengenai batu yang ditemukan di suatu gunung di dekat Tasikmalaya. Jumlahnya banyak. Tetapi, warga di sekitar situ, miskin. Apabila ditanya, menjawab ‘tidak punya uang.’ Hal ini membuat berang pak guru:

Segitu uang ada di hadapan mata, masak menyebut tidak punya uang?

Hal yang senada juga diberitahukan oleh guru yang lainnya yakni Syaikh Umar Ibrahim Vadillo. Bahwa, segala sesuatu yang dimiliki oleh seseorang, termasuk yang tidak tampak oleh mata, itu adalah untuk diberi nilai.

Konfirmasi berikutnya dari kitab Al-Muwatta Imam Malik, bab Transaksi Bisnis kitab ke-31. Diterangkan di bagian paling awal mengenai segala macam hal yang sifatnya dapat dinilai secara eksak.

Hal-hal di atas, sekali dihalangi untuk berkembang, terutama oleh orang berpengaruh, dapat mati seketika perkembangannya. Maksudnya, pemahaman bahwa segala sesuatu adalah uang.

Keterbatasan pandangan hidup, yang menghalangi orang untuk mensyukuri nikmat Allah subhanahuwata’ala adalah kekufuran. Pandangan hidup yang terbatas, tidak memungkinkan untuk menjelajahi kemungkinan yang tidak terbatas. Kaum Muslimin memiliki kebebasan yang tidak terbatas, manakala mentaati perintah Allah dalam bertransaksi yang mana sudah ada aturannya. Inilah perbedaan kaum Muslimin dengan yahudi dan nasrani.

Kategori
Mutiara Hikmah

Kehidupan yang Pantas Saya Terima

Kehidupan kita terasa sangat indah apabila disyukuri. Dalam situasi resesi, yang walaupun nanti kita telah melewatinya, namun tidak dapat kita melupakannya. Seperti apakah kehidupan yang pantas itu? Berikut sebuah cerita penting dari guru saya:

Sikap seorang Muslim dalam menghadapi Resesi

Berikut cerita dari Syaikh Umar Ibrahim Vadillo semasa dulu beliau berjalan bersama Syaikh Abdul Qadir as-Sufi di jalan Bond street London:

“Ada cerita yang menakjubkan ketika saya berjalan bersama beliau. Di saat itu saya berfikir mengenai isi saku dan mengatakan kepada beliau bahwa kami di saat itu tidak memiliki banyak uang. Pada saat itu saya berkata kepada beliau bahwa kami di saat itu mungkin sedikit sulit dalam keuangan. Lalu beliau melihat kepada saya dengan sangat marah dan beliau berkata: “Benarkah? Berapa banyak yang tersisa? Kemudian saya memeriksa isi saku. Saya tidak tahu isinya, limapuluhan pound, enampuluh atau berapa. Dan kemudian beliau berkata: “Apa benar cuma segitu?” Enggah sih, saya masih ada kartu kredit yang masih bisa digesek tapi cuma itu yang kita punya. Beliau berkata: “Ya sudahlah!” Lalu kami berjalan dan bertemu dengan pembuat jam apalah itu namanya. Cartier, Bulgari. Ya, Bulgari. Kami hanya lewat saja. “Oh, benarkah?” Kemudian belian masuk ke toko Bulgari. Beliau melihat-lihat jam tangan dan kemudian beliau berkata bahwa ada satu yang bagus. Beliau berkata: “Berikan pada saya limapuluh poundmu yang tadi dan kartu kreditnya!” Dan kosonglah isi saku kami. Itulah jumlah terakhir dari kredit yang tersisa di kartu dan limapuluh pound terakhir. Cuma itu saja.

Toko tersebut memberikan diskon dan ternyata jumlah yang harus dibayar pas. Tetapi kemudian saya berfikir bahwa kami mendapatkan diskon karena kami tidak memiliki cukup uang untuk membelinya dengan limapuluh pound dan semua yang kami punya. Cukup datangi dan jumlahnya persis sama. Dan hanya sedikit yang tersisa. Itu saja. Kemudian kami keluar dari toko Bulgari. Beliau mengenakan jam tangan baru tersebut dan memberikan jam tangan beliau yang lama kepada saya. Dan beliau berkata kepada saya: “Sekarang kita sama sekali tidak punya uang. Ayo terus berjalan. Sebelumnya kamu punya masalah kurang uang, uang cuma sedikit. Sekarang kamu sama sekali tidak punya apa-apa. Nol. Permasalahanmu sudah selesai.” Itu saja. Jujur deh, saya merasa jadi orang paling bebas, terlepas dari segala masalah. Pertama, karena saya sangat menghormati beliau. Saya telah melalui banyak hal dengan beliau. Kemudian, cara beliau memberi saya pemahaman. Spontanitas dari tindakan tersebut. Tidak ada maksud apa pun. Kebuasan murni. “Supaya kamu tidak lagi cemas mengenai sampah ini. Supaya ini tidak lagi menjadi perhatianmu.” Sekaligus membuktikannya. Uang tinggal sedikit lagi. Kemudian beliau berkata: “Sekarang kamu tidak punya apa pun.” Dan teruslah berjalan. Saya pun terus berjalan. “Kenapa sore-sore begini tidak minum teh?” Kami masuk ke kedai teh dan hanya minum teh. Saya sama sekali tidak bertanya atau menyelidiki dan hati saya benar-benar bersih. Saya sama sekali tidak merasa bagaimana atau bagaimana sementara sebelumnya saya merasa sedikit cemas dan saat itu sudah tidak lagi. Luar biasa. Terus saja berjalan dan hidup itu menakjubkan. Untuk mengobati Murid yang masih bingung mengenai apa yang terjadi di dunia dan memurnikan hati si murid dalam cara yang paling sempurna. Tidak ada cara yang lebih halus dan lebih baik dengan begitu banyak sentuhan walaupun secara brutal, yakni cara bagaimana meminta semua uang yang saya punya hingga tak tersisa. Tetapi itu dilakukan dengan begitu penuh rasa manis yang saya lakukan dengan penuh suka cita. Ini seperti halnya diminta melakukan sesuatu ‘karena Allah’. Terserahlah Anda semua mau bilang apa. Mau dibilang saya ini omong kosong juga gak pa pa. Minum teh di kedai itu beliau yang membayar karena beliau sebelumnya tidak membelanjakan uangnya sehingga uang beliau masih ada. Sungguh luar biasa kejadian di saat itu. Semua hal yang kami alami bersama sebelumnya dan semua hal yang tidak dapat diungkapkan dalam kata-kata. Beliau melihat kepada saya dengan sedikit rasa sayang dan Rahma. “Wahai anakku, janganlah engkau cemas mengenai suatu benda.” Dan di saat yang sama dengan rasa sayang tersebut, beliau begitu garang dalam suatu hal. Itulah potongan pengajaran yang paling lezat yang mungkin bisa Anda terima. Dan setelah itu, saya divaksinasi dari penyakit cemas itu. Dan ketika bayangan penyakit itu mendekat, saya menolaknya. Saya tidak membiarkan penyakit itu walaupun hanya sekedar mendekati saya. Itu adalah potongan pengajaran yang sangat luar biasa. Itu seperti cerita pengajaran guru Cina kepada murid-muridnya. Seperti orang bijak, yang mengajari orang dungu yang berfikir ia tahu sesuatu padahal tidak tahu apa pun. Seperti itulah. Rasanya manis.

Lantas bagaimana mengenai orang-orang yang walaupun tidak menyebutkan bahwa mereka cemas mengenai uang, tetapi sebetulnya sangat cemas?

Pertama kita harus menyadari dulu bahwa ini adalah penyakit yang saya sendiri juga pernah mengidapnya. Karena itu, dengan Rahma, karena saya mengerti bagaimana rasanya sakit itu, tetapi sebetulnya tidak terasa sakit sama sekali. Tidak ada rasa sakit sama sekali. Karena Allah memberi makan Anda semua dan menjaga Anda semua dan memeluk Anda semua dalam dekapan kasih sayang. Kecemasan bukanlah sesuatu untuk dirasakan dalam situasi seperti itu. Buktinya adalah, dalam keadaan tidak memiliki apa pun, orang dapat merasakan keberlimpahan dan melewati situasi itu. Anda dapat merasakan kecukupan dan itulah yang harus Anda lakukan dengan keadaan Anda, yaitu keadaan hati Anda. Dan itulah yang Syaikh rubah dalam diri saya. Beliau merubah keadaan hati saya dan beliau berkata: “Jangan pernah lagi khawatir mengenai hal ini.” Beliau berkata Allah banyak sekali pemberiannya. Dan sebetulnya bukan itu saja pengajarannya, tetapi juga tindakan untuk “jangan bersedih dan teruslah berjalan. Sekarang engkau tidak memiliki apa pun. Apa intinya? Intinya adalah teruslah berjalan.” Sebelumnya tidak ada niat untuk membeli jam. Sekedar jalan saja. Minum di kedai teh. Dan di perjalanan, komentar saya yang betul-betul tolol kepada syaikh Sufi. Dan beliau begitu baik hati mau membalik bagian dalam diri saya, sisi atas ditaruh menjadi di bawah dalam cara yang begitu lezat. Saya tidak pernah bisa melupakan cara bagaimana beliau memandang kepada saya ketika beliau mengatakan hal ini. Ada suatu cinta yang berkenan untuk merendahkan diri, “Wahai anakku, jangan cemas.” Seperti figur seorang ayah bukan? Benar-benar seperti figur seorang ayah. Beliau meminta saya membelikannya jam tangan dan beliau memberikan miliknya kepada saya. Saya bahkan tidak ingat harganya. Kartu kredit saya memiliki maksimum duaribu pound, sekitar segitu lah, berapa pun itu, pokoknya saya telah membelanjakan uang untuk itu, yakni limit dari kartu saya ditambah 50 pound. Memang pantas pokoknya. Memang segitu harganya dengan sedikit diskon. Saya ingat mengenai menawar harga menjelang akhir di saat itu. Maksud saya, jujur deh, beliau di saat itu memberikan pada saya dan memberikan pakaian beliau juga. Saya telah melakukannya. Saya merasa terlindungi. Saya merasa beliau memiliki sesuatu. Beliau mengajarkan Anda sesuatu; saya mengenalinya dengan segera. Dan saya merasa bersalah mengatakan itu. Beliau berkata: “Bagaimana bisa, engkau berani berkata begitu? Tidakkah engkau mempelajari sesuatu di dalam kebersamaan denganku?” Dan itu luar biasa. Anda melihat itu semua di sekitar Anda. Satu-satunya yang berubah di dalam diri Anda adalah bahwa Anda dapat mengenali keadaan di dalam setiap individu ketika keadaan itu menunjukkan diri sementara bagi sebagian yang lain itu tersembunyi karena dipikir sebagai bagian dari rasionalitas, realitas hal-hal, berupa ini adalah ini. Mereka tidak dapat memahami bahwa ini adalah suatu keadaan yang mereka sudah terjatuh ke dalamnya. Tetapi ketika Anda diobati, semua hal-hal ini menjadi nampak bagi Anda dan Anda dapat mengenali orang yang malang ini hatinya masih sibuk. Dia masih belum melepaskan diri darinya. Dan itu akan membolehkan Anda untuk secara pasti jika Anda ingin, jika urusan Anda adalah untuk menolongnya bahwa tidak ada yang perlu dilakukan dalam situasi tersebut. Kembalikan uangnya, dia akan berlanjut dengan penyakitnya. Anda menyadari bahwa apa yang Anda harus rubah adalah hatinya. Anda harus melakukan hal-hal yang berbeda dan Anda melakukan itu dengan mata Anda dan lakukan itu dengan kehadiran Anda seperti yang dilakukan oleh Syaikh Abdul Qadir. Beliau melakukan itu dengan rasa damai sehingga Anda tidak panik. Dan segala sesuatu akan datang bersamaan dan itu dalam rasa damai, orang itu akan mampu sembuh dari situasi tersebut dan hal-hal datang dan pergi. Semuanya naik dan turun. Semuanya bergerak. Itu semua bagian dari hidup.

Saya senang orang berbicara mengenai itu karena saya menganggap itu hal besar. Salah satu dari cerita terbesar yang pernah terjadi pada saya. Karena sekarang dengan pandemi ini dan setiap orang kehilangan pekerjaan dan segala sesuatu. Anda dapat melihat media sosial dan memperhatikan bagaimana kesehatan mental dipengaruhi oleh hilangnya penghasilan. Tidak ada uang yang masuk. Karena setiap orang masih mengatur cara untuk bertahan hidup.

Satu hal adalah bahwa jumlah kekayaan materi yang Anda miliki di brankas Anda pada waktu tertentu ketika Anda sudah seumuran saya dan telah melewati segala hal, uang yang banyak. Itu adalah bagian dari eksistensi dan terkadang usaha berkembang dan kadang terdesak dan segala macamnya. Semua itu memberikan pemahaman tetapi tidak ada dari hal-hal ini berupa kekayaan. Kekayaan adalah hal yang berbeda. Kekayaan, adalah rasa yang Anda miliki atas pengenalan hal-hal yang Anda punya. Nilai yang Anda kenakan kepada hal-hal yang telah Anda miliki. Kemiskinan adalah pengenalan, kesadaran, dominasi, dari hal-hal yang tidak Anda miliki. Pada setiap saat yang diberikan, Anda memiliki sejumlah X dari hal-hal sehingga hal-hal itu ada di dalam kepemilikan Anda tetapi Anda tidak memberinya nilai. Ironis bahwa sebagian besar orang, orang yang paling cemas adalah orang-orang di Barat, yang hidup dalam keadaan serba berkecukupan. Sementara itu di Afrika, orang-orangnya tidak memiliki apa pun tetapi mereka tidak menderita jenis perasaan yang sama. Mereka mungkin tidak memiliki kecemasan dari jenis yang berbeda. Kekayaan sebagaimana dijelaskan oleh kaum Sufi adalah, rasa puas dengan tidak memiliki apa pun. Anda tidak akan paham sebelum Anda mengalaminya. Puas dengan segelas air adalah terpuaskan dengan semua minuman yang ada di dunia. Kalau Anda hanya dapat minum air putih biasa dan menikmatinya, maka Anda merasa kaya. Anda dapat menikmati hal-hal yang Anda miliki. Hal-hal yang Anda rasakan begitu saja seperti bernafas. Dan jujur deh, Anda dapat berbesar hati dengan perasaan itu, oleh diberi-Nya Anda berupa hidup, bukan mengenali fakta bahwa Anda hidup, tetapi menikmatinya. Kenikmatan adalah hal terpenting yang ingin Anda peroleh ketika Anda membeli barang-barang, yang sebetulnya kenikmatan itu dapat dicapai tanpa membeli barang apa pun, atau dengan membeli sedikit saja barang. Itulah khayra dari hal-hal yang Anda miliki. Kemampuan mengapresiasi kesehatan Anda, kemampuan mengapresiasi kebersamaan, makanan! Maksud saya sebutir nasi yang dapat Anda ambil, sebutir nasi yang dapat Anda taruh di mulut Anda, dan Anda dapat merasakan bukan main enaknya, seperti makanan yang paling enak dari semua makanan. Dan ini adalah fakta. Ini adalah sesuatu yang setiap orang dapat capai yang dapat Anda peroleh dari makanan seperti makanan yang paling lezat dan semua yang sudah Anda makan adalah semangkuk nasi putih. Itulah yang orang Barat sebut dengan syukur. Mereka benar-benar berbicara mengenai ini sebagai syukur bukan? Di mana semua jenis dari psikologi jaman baru semuanya berbicara mengenai masuk ke dalam keadaan rasa syukur.

Itu memang benar. Jika Anda bersyukur kepada Allah untuk apa yang Anda miliki, maka hal itu berubah. Hal tersebut membawa dirinya sendiri. Hal itu menyediakan makna, kepuasan, ketercukupan. Sederhana. Cukup dengan mengucap Alhamdulillah wa syukrulillah, hal itu berubah. Makanan itu berubah di mulut Anda dan Anda merasa betapa luar biasanya hal itu. Makanan itu mengatakan pada Anda sifat dunia yang kita miliki. Dunia adalah apa pun yang Anda inginkan mau jadi seperti apa. Dunia adalah cermin diri Anda sendiri. Karena itu kalau Anda melihat kecemasan, itu karena Anda penuh kecemasan. Jika Anda berfikir bahwa tidak ada yang datang itu karena tidak ada yang datang dari Anda. Apa yang Anda lihat di depan Anda adalah hasil dari keadaan Anda dan itu membebaskan karena versi yang berlawanan dari peristiwa-peristiwa adalah ‘saya bahagia karena hal-hal ini secara zahiriah terjadi pada saya’. Sehingga jika perempuan ini tidak mencintai saya maka hidup menjadi sengsara. Tetapi kenyataannya jika perempuan ini mencintai saya, saya senang. Dan jika dia tidak mencintai saya, saya tetap senang, seperti halnya pertimbangan yang mendalam memuat keadaan persis dari hati Anda. Bagi banyak orang mereka berkata, tetapi jikalau seandainya Allah memberi saya perempuan itu yang mana saya cinta sekali, dan dengan rancangan yang magis itu terjadi hingga perempuan itu jatuh cinta padaku. Anda menginginkannya dan Anda merasakan hati Anda berubah. Itu tidak bermakna bahwa Anda menguasai hati Anda. Itu bermakna bahwa kebebasan dalam arti bahwa urusan hidup, itu tergantung Anda. Itu tidak bergantung pada keadaan faktor-faktor. Karena itu tidak harus ada pada realitas zahiriahnya, bukan? Anda dapat berada di tengah-tengah parit perang dengan peluru berdesingan di atas kepala sambil masih tetap merasakan hidup sepenuhnya dan orang yang lainnya lagi dapat secara sempurna selamat sentosa di dalam kamarnya, di dalam kantornya sambil terpikir untuk melakukan bunuh diri walaupun dia memiliki segala sesuatunya di sekitar dia. Karena itu, keadaan hati, pengelolaan keadaan dari hati, adalah pencapaian besar. Itu semua tentang Sufisme. Mengelola hati. Fakta mengenai keadaan hati Anda. Dan itulah yang Syaikh lakukan pada saya dalam cerita ini. Itulah yang beliau katakan, Hei, itu bukan masalah. Lihat, Anda tidak memiliki apa pun sekarang dan kecemasan telah dihilangkan. Itulah yang terjadi. Saya benar-benar bebas. Saya tidak memiliki perasaan pertimbangan apa pun lagi mengenai hal yang sebelumnya saya pertimbangkan. Dan saya tidak melakukan itu, karena saya tidak berani untuk melakukan itu. Oke, jawab saya kepada beliau.

Shaykh, apakah ini adalah berputus-asa terhadap sesuatu? Bukan, itu sangat halus. Itu adalah ungkapan minimal yang dapat Anda miliki mengenai kecemasan karena saya tahu siapa beliau. Maksud saya, mungkin, saya mengatakan hal tersebut dengan cara demikian. Baiklah kita tiba pada poin di mana kita kehabisan semua sumber-daya. Anda tahu, mungkin sesuatu mencoba untuk terjadi seperti itu. Beliau mencabutnya secara menyeluruh. Anda tahu, seperti senantiasa beliau lakukan, kemudian beliau berkata “oof, orang yang malang ini ada di dalam penderitaan yang mendalam.” Jadi di sini kita berada.